Soto Lombok diawali oleh H. Mustajab Kamari (alm.) di Gang Lombok yang berpotongan dengan Jl. Sulawesi. Tak ada yang ingat persis kapan mulainya. Sumarno, salah seorang pegawai, mengatakan, “Kira-kira sebelum tahun 1950.”
Ketika dari waktu ke waktu Kota Malang berubah, soto ini bergeming. Tetap di tempatnya, hanya luas bangunannya yang bertambah. Bahkan kemudian memiliki enam cabang. Selain di bagian lain Kota Malang, ada juga yang di Surabaya, Gempol, dan Purwosari. Pak Mustajab meninggal dunia tahun 1987 (kemudian disusul istrinya pada tahun 2004), namun sebelumnya telah mewariskan cabang warung sotonya kepada tujuh putra-putrinya. Yang enam masing-masing diserahi satu cabang, sedangkan yang pusat dikelola secara bergiliran. Ada yang kebagian satu hari, ada yang dua hari dalam seminggu. Bagai manapun penghasilan pusat selalu lebih besar cabang. Buka setiap hari pukul 06.30 – 00.30 WIB